Kamis, 23 Desember 2010

Apa Google sudah terlalu besar ? Sebesar apa ?



TEMPO Interaktif, Jakarta - Penulis kolom The Washington Post Pearlstein Steven menginginkan pemerintah federal untuk mengekang Google. Dalam kolomnya, kolumnis bisnis itu berpendapat bahwa Google telah menjadi terlalu besar, bergerak dari e-mail, video, browser web dan berbagai macam produk perangkat lunak ponsel dan komputer.

"Di mana masalahnya adalah hal itu memungkinkan Google membeli berbagai jalan ke pasar baru dan teknologi baru, terutama bila perusahaan yang dibeli sudah memiliki posisi dominan di masing-masing ceruk pasar," tulis Pearlstein.

Ia terutama memandang akuisisi Google sebagai cara untuk memadamkan persaingan dan mencegah kreativitas. Dia mendesak regulator untuk lebih agresif menegakkan undang-undang anti-trust untuk melindungi inovasi.

Kolom itu menimbulkan polemik di blogosphere, namun yang lebih mengejutkan menarik  tanggapan dari Google sendiri. Bereaksi terhadap kolom itu, Don Harrison, Deputy General Counsel di Google, menulis:
"Hukum antitrust dirancang untuk melindungi konsumen, bukan pesaing, dan akuisisi kami telah menciptakan hal yang besar bagi konsumen. Akuisisi kami terhadap Keyhole pada 2004 menghasilkan Google Earth, yang untuk pertama kalinya menyediakan citra satelit gratis bagi konsumen. Akuisisi terhadap perusahaan kecil bernama Android pada 2005 dan investasi kami di teknologi itu kemudian menyebabkan terciptanya sistem operasi mobile Android, yang telah menyuntikkan lebih banyak persaingan dan keterbukaan ke dalam ruang ponsel cerdas."

Bagaimana pendapat blogger teknologi? Dalam posting-nya untuk Gigaom, Matius Ingram mengatakan interpretasi Pearlstein terhadap undang-undang anti-trust terlalu luas:
"Sejak kapan kita memutuskan batas besarnya sebuah perusahaan, atau apakah mereka diizinkan memasuki pasar baru? Undang-undang antimonopoli dirancang untuk mencegah perusahaan menggunakan kekuatan monopoli mereka membuat efek negatif ke pasar spesifik, tidak hanya untuk mencegah perusahaan menjadi besar. Tapi Pearlstein tampaknya berpendapat bahwa mereka harus diperluas untuk mencegah perusahaan besar membeli perusahaan-perusahaan besar lainnya.
Sementara itu, Sam Diaz di ZDNet menyerang penggambaran Pearstein tentang akuisisi, dengan mengatakan hal itu tidak memadamkan penelitian dan pengembangan:
"Perusahaan membeli perusahaan lain sepanjang waktu. Dan dalam budaya cepat Silicon Valley, kadang-kadang lebih masuk akal untuk membeli sebuah perusahaan yang mengembangkan teknologi inti daripada membuang uang pada investasi R & D demi menciptakan sesuatu yang sudah diciptakan. Google melakukan banyak inovasi."

THEATLANTICWIRE | ERWIN Z

Ponsel 4G bahayakan keselamatan KA ?

Ponsel 4G
Lord Berkeley, pimpinan Rail Freight Group, mengingatkan, spektrum 900 MHz yang direncanakan untuk ponsel itu "sangat dekat dengan  sistem radio digital yang digunakan pada dunia perkeretaapian, khususnya di Inggris".  

Kubu Partai Buruh pernah diingatkan akan hal ini - namun kemudian UU Wireless Telegraphy 2006  disahkan tanpa pemungutan suara. Berkeley menyatakan, skenario terburuk, katanya, adalah dengan menerapkan teknologi yang bisa menghilangkan gangguan pada sistem itu. Namun, dana yang dibutuhkan tak sedikit, sekitar 100 juta pounsterling.

"Bukan jaringan kereta api yang harus menanggung biaya itu, tapi Departemen Transportasi, dan pihak-pihak yang gigih mempromosikan broadband generasi empat (4G).

Ponsel generasi mutakhir berkecepatan tinggi yang akan diluncurkan paling tidak tahun 2014, dapat membahayakan keselamatan kereta api.

Mau makan ? Jangan minum dulu deh !

Mengonsumsi air terlalu banyak tepat sebelum makan memang membuat Anda kehilangan nafsu makan karena lambung menjadi penuh. Tapi minum air sesaat sebelum makan akan membuat proses penyerapan makanan oleh enzim menjadi lebih sulit. Karena air yang diminum butuh waktu 30 menit mengalir dari lambung menuju usus. Sehingga jika minum sesaat sebelum makan, belum sempat air menuju usus sudah ditambah dengan makanan yang membuat enzim bekerja lebih sulit.

Profesor Hiromi Shinya MD, pakar enzim yang juga guru besar kedokteran di Albert Einstein College of Medicine AS, seperti dikutip dari karangannya, ‘The Miracle of Enzyme’, Sabtu (20/2/2010), menyarankan agar minum air putih dilakukan 1 jam sebelum waktu makan. Seperti halnya tanaman, menurutnya ada periode yang baik untuk minum karena pengairan yang berlebihan pada tanaman akan membuat tanaman menjadi busuk dan layu. Sehingga ada periode waktu yang sesuai untuk tubuh minum air.

Cara ideal untuk mencukupi kebutuhan air untuk tubuh adalah:
1-3 gelas saat bangun tidur pada pagi hari
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan siang
2-3 gelas, 1 jam sebelum makan malam.

Menurutnya yang harus diperhatikan adalah minum air setelah bangun tidur karena cairan yang hilang harus cepat diganti saat bangun tidur. Profesor Hiromi tidak menyarankan minum air sebelum tidur tapi jika sangat haus bisa dilakukan satu jam sebelum waktu tidur.

Minum air sesaat sebelum tidur bisa mencegah terjadinya aliran balik. Walaupun hanya air, jika bercampur dengan asam lambung bisa memasuki tenggorokan dan terhirup ke dalam paru-paru yang dikhawatirkan risiko menderita pneumonia. Biasakanlah tidur dengan perut kosong karena tenggorokan dirancang agar tidak ada yang masuk ke dalamnya selain udara. Jika masih ada makanan atau minuman, isi lambung akan meluap naik menuju kerongkongan saat Anda merebahkan diri. Saat itu terjadi, tubuh akan menyempitkan saluran pernapasannya dan menghentikan pernapasan Anda untuk mencegah isi lambung memasuki tenggorokan.
Banyak kejadian orang meninggal akibat serangan jantung pada dini hari. Penyebabnya adalah karena asam yang mengalir balik sebagai akibat makan atau minum larut malam, dan berakhir pada tertutupnya saluran pernapasan, kemudian napas jadi tidak teratur, kadar oksigen dalam darah berkurang dan akhirnya kurang persediaan oksigen menuju otot jantung.

Diakuinya, kebutuhan minum tiap orang berbeda tapi biasakan untuk minum air 6-8 gelas per hari (1,5-2 liter) untuk orang dewasa. Jika cuaca sangat panas misalnya maka orang akan membutuhkan minum yang lebih banyak. Sebaliknya orang yang mengalami sistem pencernaan lemah dapat mengalami diare jika minum terlalu banyak.

Banyaknya air yang dibutuhkan seseorang berbeda-beda tergantung pada ukuran tubuh orang tersebut dan apa yang dianggap sesuai untuk tubuhnya. Hanya saja tetap perhatikan waktu-waktu untuk minum yang ideal, di luar kebutuhan minum lainnya.

Jika kebutuhan air terpenuhi dengan baik maka Anda akan jarang terkena sakit. Saat kebutuhan air terpenuhi, air akan melembabkan area-area dalam tubuh yang mudah diserang oleh bakteri dan virus seperti daerah bronkus (pipa saluran pernapasan), mukosa lambung dan usus. Dengan begitu sistem kekebalan tubuh menjadi aktif sehingga area-area tersebut menjadi sulit diserang virus atau bakteri. Sebaliknya jika air yang dikonsumsi kurang, membran mukus pada bronkus akan mengalami dehidrasi dan mengering, dimana dahak dan lendir diproduksi dalam bronkus. Jika tidak ada air yang cukup maka dahak dan lendir akan menempel pada bronkus yang kemudian menjadi tempat berkembangbiaknya virus dan bakteri.

Air penting bagi tubuh. Jika tidak ada air orang tidak hanya kekurangan gizi, tapi kotoran dan racun juga akan terkumpul di dalam sel dan tidak dapat dikeluarkan. Efek buruknya, racun yang terakumulasi itu akan merusak sel-sel gen yang salah satunya bisa menyebabkan berubahnya gen menjadi sel kanker.